Cerita Religius yang Unik

Tribun Jateng, Booklovers - Minggu, 14 Januari 2018, hlm 20

Membaca buku kumpulan cerpen Adam Makrifat karya Danarto, kita akan disuguhi cerpen pembuka yang bercerita tentang malaikat Jibril. Sang malaikat penyampai wahyu itu memecahkan genteng sekolah agar anak-anak belajar di luar ruangan kelas. Toh belajar tak seharusnya melulu ada di sekolah.

Kutipan kisah tersebut, senapas dengan perkataan Ki Hadjar Dewantara: "Semua orang adalah guru dan semua tempat adalah sekolah." Dikukuhkan dengan buku Kelasnya Manusia karya Munif Chatib dan Irma Nurul Fatimah, yang mengatakan: Perpustakaan, pasar, masjid, sawah, dan lingkungan sekitar sekolah lainnya, juga bisa dijadikan tempat untuk belajar.
Menurut filsuf Cina Kuno, Lao-Tzu, ruang bukanlah tempat yang dibatasi dinding dan atap, melainkan tempat beraktivitas dan tak ada ukuran tertentu untuk menentukan ruang. Di mana kita bisa beraktivitas, disitu pula kita bisa belajar.

Sewaktu kecil, sebelum Danarto menulis cerpen tentang malaikat Jibril tersebut. Ia pernah dicambuk oleh ayahnya. Lantaran nilai Aljabarnya jeblok. Pada saat masuk SMA, ia mengira sudah tak ada lagi pelajaran Aljabar. Eh, ternyata masih. Ia pun melarikan diri dari SMA tersebut setelah bersekolah selama 28 hari.

Danarto memang lemah memahami Aljabar. Tapi, pada mata pelajaran yang lain, nilai Danarto baik-baik saja. Dan rupayanya hal itu tidak membuat sekolah merasa puas. Padahal, setelah lari dari Aljabar dan mendalami kecintaannya di bidang melukis dan menulis, buku Adam Makrifat karya Danarto, disebut Goenawan Mohammad sebagai satu dari lima buku karya sastra penting yang pernah diterbitkan di Indonesia. Setiap orang tentu mengalami masa susah-senangnya masing-masing.

Buku ini dihadirkan kembali oleh penerbit Basabasi, pembaca sekarang boleh mengenal Danarto. Cerpen-cerpen dalam buku ini penuh muatan religius. Disampaikan dengan cara unik. Tidak hanya berupa teks, cerpen Danarto bisa berupa gambar dan teks tipografi. Ditambah pola penulisan teks yang diulang-ulang sebagaimana mantra.

Mahfud Ikhwan dalam pengantar Adam Makrifat (Basabasi:2017), mewanti-wanti para pembaca: "Jika terlalu asyik, masyuk, mabuk, apalagi sampai kerasukan apa yang disajikan Danarto dalam keenam cerpennya dalam kumpulan ini, Anda tak akan pernah bisa menyelesaikan buku ini. Atau, paling tidak, Anda tak akan pernah selesai–meski telah merasa tuntas membacanya hingga titik terakhir. Jadi, hati-hatilah."

Arif Rohman, tinggal di Kudus. Instagram: @arifrohman.1992

Judul : Adam Ma'rifat
Karya : Danarto
Penerbit : Basabasi
Tahun : Desember, 2017
Tebal : 112 hlm
ISBN : 978-602-6651-11-2

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Cerita Religius yang Unik"

Post a Comment